Tampilkan postingan dengan label benci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label benci. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

sebuah kelas yang dalam proses mengerti manusia (part 2)

lalu apa sih yang kalian harapkan dari manusia itu? hatinya? asal mula bahwa mereka juga manusia? atau karena itu keluargamu lalu baru kamu memperhatikannya? atau itu memang nilai-nilai yang kamu pegang sebagai manusia untuk tetap menghargai orang lain walaupun orang tersebut tetaplah rakus?

mereka juga manusi pak. tempat salah dan dosa

ya, memang itu teori secara agama. values di masyarakat pun mengatakan begitu, TAPI MEREKA MEMUJANYA! MEREKA MENYEMBAHNYA DENGAN SEPENUH HATI SAMPAI MATI! itu manusia yang kalian bela tadi? seperti itu namanya manusia?
kita, semenjak zaman nenek moyang kita telah mengenal kerasukan. kalian ingat tentang kisah Adam yang turun ke bumi setelah memakan buah terlarang?

ingat dong pak. sejak kecil sudah dicertakan ke kami

kalian tau mengapa Adam bisa berbuat seperti itu?

karena setan telah menggodanya

kalian menyalahkan setan? atas dasar apa kalian bisa bicara seperti itu?

karena memang menurut ceritanya seperti itu pak

waaah, kalian berbicara seperti kalian ada di sana. toh, itu cerita bukan? kalian tidak ada disana untuk melihat dengan mata atau kacamata kalian sendiri kan? kenapa kalian bisa berbicara seperti itu? manusia, sebagaimana pada umumnya, memiliki berbagai kecenderungan dalam berbuat. mereka, memiliki sifat ingin selalu mengetahui, yang padahal mereka sudah diberi tahu, ITU TERLARANG! lalu, apa yang menyebabkannya seperti itu?

rakus! kerakusan!

ya, sekali lagi saya perjelas, KERAKUSAN!

Sabtu, 02 April 2011

sebuah kelas yang dalam proses mengerti manusia (part 1)

selamat siang anak-anak, apa kabar? bukankah panas siang ini ya? hha. saya juga merasakannya belakangan ini. panas bukan main, sedangkan di negeri jauh sana ada yang sedang berusaha memanaskan keadaan dengan berteriak keras-keras, "HAM!" yang sebetulnya hanya dalih untuk menguasai. ya, walaupun begitu, tampaknya kita tetap harus melanjutkan kuliah. apa bahasan kita hari ini?

presentasi kelompok pak! hari ini kelompok kedua

o, ya? wah, ternyata saya akhir-akhir ini sering melupakan sesuatu. namun, baiklah. bagaimana jika kita hari ini berdiskusi saja. bagaimana?

berdiskusi?

iya, berdiskusi. kita diskusikan mengapa manusia begitu rude serta reckless

wah, kayak The Slackers tuh pak. you have to be rude and reckless, hha

yak, tepat sekali. seperti yang dikatakan The Slackers. you have to be rude and reckless. tapi bukan dengan serta merta itu diartikan. yang dipahami dewasa ini terlalu berlebihan. terlalu gamblang. terlalu sembrono dengan berbagai cara mereka dalam memahami. tidak dengan hati, namun totally with fist and the logic. that's all fuck man. i'm sorry for saying that, tapi benar, memang kebanyakan manusia hanya melihatnya dari sudut pandang enaknya saja. bukan dari berbagai sudut yang lalu menggabungkannya sehingga menjadi satu kesatuan dan menumbuhkan simponi. lalu, apa sih yang membuatnya seperti itu? apa menurut kalian?

pendidikan pak!

pola asuh!

uang!

kerakusan pak!

yak benar! yang terakhir adalah benar. yang tadi tadi hanya manifest dari kerakusan. kerakusan yang membuat manusia bodoh dengan pola-pola pendidikannya. kerakusan manusia yang diturunkan dari keluarga kaya satu ke anak turunannya sehingga kerakusan itu telah mendarah daging. kerakusan yang disebabkan akan apa yang kita sebut uang, yang sebenarnya merupakan salah satu bentuk candu yang menggerogoti kita perlahan. semua itu karena kerakusan. sekali lagi,

KERAKUSAN!

Selasa, 15 Februari 2011

saya sedang terlalu "emo" ketika menuliskan ini

kita memang ditakdirkan untuk saling bertengkar, tidak menerima perbedaan dan mau menang sendiri. kita juga ditakdirkan untuk menjadi makhluk yang mampu menghidupi diri sendiri tetapi masih menyusahkan orang lain. dan kita akan selalu ditakdirkan untuk memenuhi hasrat dan keinginan kita walaupun terkadang akan bertentangan dengan norma. bangsat! apakah memang seperti itu takdir kita? berarti kita harus saling menjatuhkan agar dapat menang? agar dapat dikatakan manusia? bukankah Tuhan pernah berkata, "Aku tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya." dan apakah firman Tuhan tersebut sudah kau camkan dalam hatimu. jikalau belum, maka camkan seperti ini, "aku memang makhluk egois yang ingin menang sendiri. aku juga merupakan makhluk yang ingin memenuhi kewajibanku walaupun itu dengan mengorbankan kalian. dan aku juga makhluk yang ingin bersenang-senang tanpa mengingat kalian. tapi, yang aku sesali aku juga merupakan bagian dari kalian. aku tidak akan berdiri pada kakiku sendiri jika tanpa kalian. dan aku butuh kalian. maka ego ini harus aku lebur! aku bakar bersama semangatku berjuang bersama kalian! karena kalian merupakan bagian dari hidupku, maka kalian pantas mendapatkan penghargaan dariku! walaupun jika dibandingkan dengan jasa kalian, penghargaan ini bukan apa-apa. penghargaan ini hanya sumpah! sumpah yang kuucapkan pada diriku sendiri ketika aku merasa terlalu memanfaatkan kalian. ketika aku merasa telah membodohi kalian. dan ketika aku merasa telah menginjak-nginjak harga diri kalian. maka mulai dari sekarang aku bukan lagi bagian dari kalian. tapi, aku adalah kalian." dan setelah kalian bersumpah, maka laksanakan. sumpah tadi bukan untuk dihayati! tapi dilaksanakan! karena dunia ini sudah penuh dengan orang egois yang hanya memikirkan pantat atau kelompok mereka sendiri. aku harap kalian juga muak akan manusia seperti itu. bukankah lebih baik bersama-sama daripada sendiri?